SMA NEGERI 8 BALIKPAPAN

Membuat Linux Live Cd

Posted on: 29 April 2009

Membuat Linux Live Cd

1. Installasi

Dalam installasi ini yang harus diperhatikan adalah paket-paket yang diinstall (digunakan) dalam artian bahwa paket yang dinstall hanya yang akan digunakan dan tidak menginstall paket-paket yang tidak digunakan, ini bertujuan supaya paket yang diinstall tidak memakan space hardisk terlalu besar karena jika space hardisk yang digunakan untuk sistem lebih dari 2,5 GB (Giga Byte) maka file iso (file Linux LiveCd) yang dihasilkan oleh Linux Live Script akan lebih besar dari 700 MB sehingga tidak akan muat jika dimasukan (dibakar/burning) dengan satu keping Cd.

Dalam tutorial ini paket-paket yang diinstall hanya kategori A, AP, D, KDE, L, X, jika anda berencana distro yang akan Anda buat digunakan untuk jaringan maka kategori N ikut diinstall atau jika anda tidak ingin menggunakan KDE sebagai desktop managernya maka kategori KDE jangan diinstall. Sebagai catatan: pilihlah paket sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda. Selengkapnya dapat mengujungi http://www.slackware.com.

NB: Jika anda kali pertama bertemu dengan Linux dan pertama kali akan Install Linux pastikan didampingi oleh teman/orang yang pernah melakukan installasi Linux atau tanyakan kepada anggota KSL ditempat Anda tinggal.

2. Membuat User Sistem

User sistem ini digunakan untuk login kedalam sistem Linux Live Cd. Untuk membuat user sistem menggunakan perintah adduser nama_user.contoh membuat user sistem dengan nama linux maka perintah yang digunakan adalah : adduser linux, kemudian tekan Enter untuk settingan informasi user secara default dan akhiri pembuatan user dengan memasukan password yang akan digunakan untuk login user linux tersebut.


sambungannya ……

3. Membuat Auto Grafis

Secara default Slackware 11.0 begitu masuk kedalam sistem menggunakan text-mode (runlevel 3), sehingga perintah yang dapat dilakukan hanya melalui input keyboard. Untuk itu supaya Slackware 11.0 begitu masuk sistem menggunakan tampilan grafis maka yang harus dilakukan adalah mengubahnya menjadi mode-grafis (runlevel 4). file yang diedit untuk merubah settingan ini adalah /etc/inittab, dan rubah id:3:initdefault: menjadi id:4:initdefault: untuk mengedit file ini dapat menggunakan vi atau mcedit.

4. Mengkostumize Tampilan Grafik (KDE) sesuai dengan Distro/Keinginan Anda.

Untuk mengkostumize Tampilan Garis (KDE) dapat dilakukan di dalam Control Center (K -> Settings -> Control Center) dan pilih pada tab Appearance & Themes, kemudian pada tab Desktop -> Panel untuk konfigurasi panel KDE, dan pada System Administration -> Login Manager untuk konfigurasi Login Manager (KDM). untuk referensi silakan kunjungi http://www.kde-look.org atau http://www.gnome-look.org (jika menggunakan gnome sebagai Desktop Managernya).

5. Menonaktifkan Service “Check the root file system”

Service ini berada pada file /etc/rc.d/rc.S, untuk menonaktifkanya dapat diedit menggunakan perintah vi /etc/rc.d/rc.S dan berikan tanda pagar (#) pada “Check the root file system” mulai dari awal proses sampai akhir proses service ini — “end check the root file system” — (biasanya baris 69 – 166).

6. Edit file /etc/issue

File ini berisi comment yang ditampilkan pada Terminal (tty1-tty6).


sambungannya ……

3. Membuat Auto Grafis

Secara default Slackware 11.0 begitu masuk kedalam sistem menggunakan text-mode (runlevel 3), sehingga perintah yang dapat dilakukan hanya melalui input keyboard. Untuk itu supaya Slackware 11.0 begitu masuk sistem menggunakan tampilan grafis maka yang harus dilakukan adalah mengubahnya menjadi mode-grafis (runlevel 4). file yang diedit untuk merubah settingan ini adalah /etc/inittab, dan rubah id:3:initdefault: menjadi id:4:initdefault: untuk mengedit file ini dapat menggunakan vi atau mcedit.

4. Mengkostumize Tampilan Grafik (KDE) sesuai dengan Distro/Keinginan Anda.

Untuk mengkostumize Tampilan Garis (KDE) dapat dilakukan di dalam Control Center (K -> Settings -> Control Center) dan pilih pada tab Appearance & Themes, kemudian pada tab Desktop -> Panel untuk konfigurasi panel KDE, dan pada System Administration -> Login Manager untuk konfigurasi Login Manager (KDM). untuk referensi silakan kunjungi http://www.kde-look.org atau http://www.gnome-look.org (jika menggunakan gnome sebagai Desktop Managernya).

5. Menonaktifkan Service “Check the root file system”

Service ini berada pada file /etc/rc.d/rc.S, untuk menonaktifkanya dapat diedit menggunakan perintah vi /etc/rc.d/rc.S dan berikan tanda pagar (#) pada “Check the root file system” mulai dari awal proses sampai akhir proses service ini — “end check the root file system” — (biasanya baris 69 – 166).

6. Edit file /etc/issue

File ini berisi comment yang ditampilkan pada Terminal (tty1-tty6).

7. Install kernel 2.6.16

Default Kernel yang digunakan oleh Slackware 11.0 adalah versi 2.4.33.3, sedangkan untuk dapat membuat LiveCd menggunakan Script Linuxlive.5.5.0 harus menggunakan Kernel Linux Versi >= 2.6.16 yang support unionfs dan squashfs, untuk itu sistem harus diupdate kernelnya menjadi versi >= 2.6.16. Untuk mengupdate Kernel dapat menggunakan perintah installpkg linux-kernel.2.6.16.tgz, dengan asumsi bahwa paket linux-kernel yang digunakan adalah dalam bentuk/ekstensi .tgz, jika dalam bentuk source code maka dapat dilakukan compile ulang. Paket Linuxlive.5.5.0 dan Kernel Linux Versi 2.6.16.tgz dapat didownload di http://www.linux-live.org

8. Compile Lilo

Setelah melakukan installasi kernel maka lakukan compile lilo supaya kernel yang baru saja diupdate dapat digunakan oleh sistem Linux dengan menggunakan perintah lilo.


9. Add/Remove Paket

Bertujuan untuk mengurangi space hardisk yang digunakan dan menghapus paket yang tidak digunakan serta menambah aplikasi/paket yang akan digunakan sesuai dengan keinginan kita.
Untuk melakukan installasi (add) paket menggunakan perintah installpkg nama_paket, contoh : installpkg qemu-0.8.2-i486-1.tgz.
Untuk melakukan remove paket menggunakan perintah pkgtool -> Remove, pilih paket yang akan dihapus/tidak digunakan. atau menggunakan perintah removepkg nama_paket, contoh: removepkg qemu.

10. Edit /etc/rc.d/rc.modules

Jika sistem menggunakan Kernel 2.6.16 yang di ambil dari http://www.linux-live.org pada saat booting akan menampilkan comment “Use ‘slax noagp’ boot parameter to skip the following step:” tentu hal ini tidak diinginkan, maka untuk menyembunyikannya dapat diedit file /etc/rc.d/rc.modules menggunakan perintah vi /etc/rc.d/rc.modules dan berikan tanda pagar (#) pada “echo “Use ‘slax noagp’ boot parameter to skip the following step:”” didalam service “AGP (Accelerated Graphics Port) GART support” pada baris 140.

11. Ekstrak linux-live.5.5.0

Script linux-live sebelum digunakan harus diekstrak terlebih dahulu ke direktori /tmp dengan menggunakan perintah tar -xzvf linux-live-5.5.0.tar.gz -C /tmp. Setelah diekstrak kita masuk kedalam direktori tersebut menggunakan perintah cd /tmp/linux-live-5.5.0/ dan melanjutkan tahap berikutnya.

12. Edit file linux-live.5.5.0/cd-root/isolinux.cfg

File ini digunakan untuk konfigurasi booting, mencakup timeout, bootscreen yang digunakan, kernel dan konfigurasi lain yang berhubungan dengan proses booting.

13. Edit file linux-live.5.5.0/cd-root/make_iso.sh, make_iso.bat, make_disk.sh, make_disk.bat

Jika distro yang telah dibuat ingin ditambahkan dengan applikasi tambahan tanpa harus melakukan remastering ulang maka dapat menggunakan script ini untuk membuat file iso-nya. script dengan ekstensi .sh digunakan di Linux dan .bat untuk dijalankan di Windows. Selengkapnya dapat mengunjungi http://www.slax.org.

14. Edit file linux-live.5.5.0/cd-root/boot/splash.cfg

file ini berisi tentang configurasi file gambar yang digunakan untuk boot screen dan comment yang tampill ketika pertama kali sistem dijalankan (sebelum booting).

15. Edit file linux-live.5.5.0/cd-root/boot/splash.txt

Berisi menu help yang digunakan untuk option booting Linux LiveCd.

16. Membuat Gambar untuk tampilan awal (Boot Screen)

Untuk membuat boot screen langkah pertama adalah menyiapkan file ekstensi .bmp dengan resolusi 640×480 dengan kedalaman warna 16 colour atau 256 colour. kemudian lakukan perintah sbb:
bmptopnm <> nama_file.pnm
ppmtolss <> nama_file.lss
mv nama_file.lss splash.lss

17. Edit file linux-live.5.5.0/initrd/linuxrc

Yang perlu dirubah didalam file ini hanya pada comment “linux live end, starting the YOUR Distribution…” pada baris 184 menjadi “linux live end, starting NamaDistro Anda”.

18. Mengcopy unionfs.ko & squashfs.ko ke folder linux-live.5.5.0/initrd/kernel-modules/2.6.16/

Untuk mengcopy file ini dapat dilakukan dengan perintah:
cp /lib/modules/2.6.16/kernel/fs/unionfs/unionfs.ko initrd/kernel-modules/2.6.16/
cp /lib/modules/2.6.16/kernel/fs/squashfs/squashfs.ko initrd/kernel-modules/2.6.16/

NB: pastikan Anda berada pada direktori /tmp/linux-live-5.5.0/

19. Jalankan Script Linux-live

Pastikan Anda di dalam folder /tmp/linux-live-5.50/ dan jalankan Script Linux-live menggunakan perintah ./runme.sh, setelah script ini selesai dijalankan maka akan menghasilkan file livecd.iso didalam folder /tmp, file inilah distro baru yang telah Anda buat sendiri. Jika ingin memburning nya dapat menggunakan program K3B atau cdrecord atau copy file livecd.iso ke flashdisk atau hardisk yang disupport Windows kemudian burning file tersebut menggunakan Nero Burning.
Namun jika Anda ingin mengetes file tersebut tanpa harus memburningnya terlebih dahulu maka Anda dapat menggunakan program qemu.

20. Install Qemu

Installasi qemu dapat dilakukan dengan perintah installpkg qemu-0.8.2-i486-1.tgz. dimana qemu yang digunakan adalah versi 0.8.2-i486-1. Setelah selesai di Install file livecd.iso dapat dicoba dengan program ini dengan perintah qemu -cdrom /tmp/livecd.iso pada konsole.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

RSS Berita Terbaru

  • Seputar Open Source 29 April 2009
    Seputar Open Source 1. Sistem Operasi Tugas utama dari sebuah sistem operasi adalah menyediakan interface (antarmuka) antara aplikasi user dan hardware (perangkat keras) komputer. Aplikasi user adalah program yang ditulis untuk membantu pengguna dalam menyelesaikan pekerjaannya seperti program akuntansi, pemrosesan data, perangkat lunak database, manajemen s […]
    SMA NEGERI 8 BALIKPAPAN
  • Membuat Linux Live Cd 29 April 2009
    Membuat Linux Live Cd 1. Installasi Dalam installasi ini yang harus diperhatikan adalah paket-paket yang diinstall (digunakan) dalam artian bahwa paket yang dinstall hanya yang akan digunakan dan tidak menginstall paket-paket yang tidak digunakan, ini bertujuan supaya paket yang diinstall tidak memakan space hardisk terlalu besar karena jika space hardisk ya […]
    SMA NEGERI 8 BALIKPAPAN
  • bunyi aneh pas kita BOOTING !!! 25 April 2009
    bunyi aneh pas kita BOOTING !!! BIOS jadi cerewet dengan ngeluarin bunyi tiiit…tiiit…tiiiiiiiiiiiiitttttt…DOOR!!! BIOS bisa disebut sebagai system operasi hardware pertama yang terpasang pada mainboard berbentuk chip hitam dengan spesifikasi yang berbeda-beda pada masing-masing mainboard. Saat komputer dihidupkan, BIOS melakukan POST (power-on self test). PO […]
    SMA NEGERI 8 BALIKPAPAN
%d blogger menyukai ini: